Arti Penting & Optimalisasi Conversion Rate (Tingkat Konversi) Traffic

Mengoptimalkan dan Meningkatkan Conversion Rate. Pada artikel sebelumnya saya pernah menyampaikan bahwa traffic web sebesar apapun tidak ada apa-apanya jika tidak menghasilkan konversi yang bagus atau seimbang dengan peningkatan traffic. Jika anda menginginkan hasil yang jauh lebih baik, maka setelah langkah-langkah meningkatkan traffic dilakukan, ada satu metode lagi yang penting untuk dilakukan namun jarang diperhatikan banyak orang: Mengoptimalkan Conversion Rate (tingkat konversi) dari traffic ke dalam hasil yang anda inginkan (misalnya: meningkatkan profit/pendapatan, meningkatkan jumlah pelanggan, dan lain sebagainya).

Apa Itu Conversion Rate?

Kebanyakan orang berfokus pada poin pertama, meningkatkan traffic setinggi-tingginya, namun metode yang kedua sebenarnya perlu diberi porsi yang sama; bahkan metode kedua ini bisa menjadi metode yang jauh lebih efektif. Ada baiknya kita mundur sejenak dan melihat apa sebenarnya conversion rate itu.

Conversion Rate adalah persentase pengunjung yang mau mengikuti atau melakukan apapun yang anda ingin mereka lakukan. Dengan kata lain, conversion rate adalah jumlah pengunjung yang melakukan suatu langkah sesuai keinginan anda dibagi dengan jumlah pengunjung keseluruhan. Jadi rumusan dasarnya adalah:

Conversion Rate = Jumlah Pengunjung yang Melakukan Kehendak Anda/Jumlah Seluruh Pengunjung

Mari kita sedikit berandai-andai. Katakanlah anda ingin menghitung tingkat konversi subscriber feed atau newsletter web anda, dimana keinginan anda adalah pengunjung mendaftar dan menjadi pelanggan feed atau newsletter, dengan asumsi kegiatan pendaftaran langganan dilakukan pada satu halaman khusus, biasa disebut sebagai landing page. Hal yang pertama harus anda lakukan adalah membuka statistik atau analytics web yang anda gunakan (misalnya Google Analytics) untuk mengetahui berapa banyak pengunjung yang mengunjungi halaman tersebut dalam satu periode tertentu. Misalnya, anda ingin menghitung conversion rate kemarin, dan jumlah pengunjung pada hari itu adalah 700. Selanjutnya, lihat statistik pendaftaran feed atau newsletter pada service yang anda gunakan (misalnya FeedBurner dan MailChimp) dan cek berapa jumlah pendaftar atau pelanggan baru pada hari yang sama. Sebut saja jumlahnya adalah 40 pendaftar baru. Untuk mengetahui conversion rate (tingkat konversi) pada hari itu, bagi jumlah pendaftar/pelanggan dengan jumlah total pengunjung pada landing page, kita dapatkan 40/700 = 0,057, atau jika dipersentasekan berarti sekitar 5%.

Tentu anda dapat melakukan penghitungan yang sama pada berbagai jenis landing page, misalnya halaman sales/penjualan untuk menghitung conversion rate pada jumlah pengunjung yang melakukan transaksi. Perlu diperhatikan bahwa contoh di atas hanya diambil dalam satu hari, dan satu hari adalah periode yang sangat pendek untuk mengambil tingkat konversi yang akurat. Idealnya, pengukuran ini dilakukan dalam periode sekurang-kurangnya satu minggu, agar tingkat konversi yang dihitung jauh lebih akurat dan bisa menjadi gambaran.

Mengoptimalkan dan Meningkatkan Conversion Rate

Nah, sekarang tiba pada poin mengapa conversion rate bisa menjadi senjata yang sangat powerful. Misalnya conversion rate landing page anda adalah 5% dan pengunjung pada landing page tersebut adalah 7000 per bulan, maka bisa diperkirakan anda mendapatkan: 7000 x 5% = 350 pelanggan feed atau newsletter per bulan. Jika optimalisasi landing page tersebut dilakukan dan kemudian conversion rate yang didapat adalah 10%, maka jumlah subscriber adalah 700 orang per bulan. Bandingkan dengan jumlah sebelumnya, dimana jumlah pengunjung/traffic sama, namun hanya menghasilkan jumlah pelanggan yang jauh lebih rendah. Inilah mengapa jumlah traffic tidak melulu menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah website, karena dibalik itu conversion rate lah yang menjadi kuncinya.

Pada poin, ini mungkin kemudian muncul pertanyaan di benak anda, “Bagaimana cara mengoptimalkan dan meningkatkan tingkat konversi?”. Dan jawabannya akan membawa anda kembali memikirkan bagaimana anda menyuguhkan halaman website kepada pengunjung: Design dan konten. Berikut beberapa cara yang menurut saya menjadi cara dasar untuk meningkatkan conversion rate:

  1. Ujicoba headline atau judul yang berbeda-beda, lihat judul mana yang dapat menarik pengunjung untuk melakukan transaksi. Ini tentu berkenaan dengan dua hal: redaksional, dimana anda menyusun kata-kata; dan design, bagaimana anda mendesain headline tersebut (letak, tampilan, komposisi).
  2. Cobalah untuk menggeser, menyusun ulang atau menghilangkan komponen halaman yang mengalihkan, mengganggu, atau membingungkan perhatian pengunjung (misalnya: iklan yang banyak bergelantungan di sana sini). Ada banyak halaman website yang tampak kurang rapi, berdesak-desakan, bahkan didesain seadanya namun diisi dengan banyak komponen tidak penting sehingga mengganggu fokus pengunjung. Hindari hal demikian, fokuskan pengunjung pada satu hal penting sesuai yang anda inginkan. Design matters….
  3. Pertimbangkan penggunaan gambar dalam mewakili poin tertentu, gambar yang didesain dengan baik berguna dalam mendorong, membantu, dan memudahkan pengunjung melakukan aksi seperti yang diinginkan.
  4. Ujicoba bentuk-bentuk ajakan atau perintah berbeda-beda dan lihat mana yang dapat bekerja dengan baik. Hal ini perlu dilakukan terus menerus hingga anda menemukan susunan “rayuan” yang efektif untuk mengajak pengunjung melakukan aksi tertentu. Content matters…
  5. Terakhir, bermain-mainlah dengan desain dan konten keseluruhan dalam website anda, desain dan konten sangat berpengaruh dalam menentukan ketertarikan pengunjung dan peningkatan conversion rate. Profesionalitas suatu bisnis, dalam dunia online, dilihat pada bagaimana website anda didesain dan diisi dengan konten yang berkualitas. Pelanggan restoran kadang tidak serta merta datang karena menu makanan yang disuguhkan amat sangat enak, namun karena tempat yang nyaman dan pelayanan restoran tersebut mengagumkan…
ads
9 Responses to “Arti Penting & Optimalisasi Conversion Rate (Tingkat Konversi) Traffic”
  1. selalu Mantab ulasannya mas azmi… utk blog personal saya, saya tidak terlalu memikirkan hal tingkat konversi nya, karena isi nya campur baur pula.. tidak tertarget ke suatu kelompok pengunjung tertentu, sehingga kalo utk jualan (misalnya) mungkin akan membuat pelanggan saya kabur.. hehehe ;) … jadi blog personal saya (yang paling rame diantara blog yg lain) niatnya saya jadikan ladang backlink dan review2 tentang blog pemasaran / blog bisnis saya yang lainnya aja.. hehehe ;)

    • Ahmad Khoirul Azmi

      Terima kasih, Jack. Ya memang benar, bentuk konversi tentu berbeda dengan blog/website personal, atau katakanlah yang jenis “dummy”. Web/blog demikian, dan biasanya bertraffic tinggi lebih bagus untuk mengembangkan atau promosi website lain (baik dalam SEO maupun untuk review), atau jadi ladang untuk advertiser banner ads. Saya juga punya blog demikian, dan memang itulah fungsinya.

      • bagaimana dengan update google terbaru ttg EMD kang??
        Ada jalan keluar??

        • Ahmad Khoirul Azmi

          Halo. Saya masih terus melakukan konfirmasi dan pendalaman informasi mengenai kasus EMD yang ditendang Google ini dan sampe sekarang masih belum ada kabar dan solusi tepat untuk mengatasinya, sehingga belum bisa menuliskan artikel mengenai hal tersebut. Saya sendiri mengalaminya pada situs social bookmark saya, yang notabene nama domainnya adalah nama unik, tapi kena tendang juga, dan sampai sekarang masih sand box untuk keyword namanya sendiri: “Blog Mark It”, aneh bukan? Itu jelas bukan EMD, tapi Google membacanya sebagai EMD. Salah satu solusi saya sementara ini adalah, baru saja saya lakukan, saya membuang nama domain (exact matched keywords yang sama persis dengan nama domain) pada title tag, dan justru menggunakan generik keyword pada title. Mungkin jika tertarik silahkan dicoba, dan mari sama2 kita lihat hasilnya.

  2. Ulasannya sangat menginspirasi saya, tapi saya masih bingung tentang mau dijadikan bagaimana blog saya..

    • Ahmad Khoirul Azmi

      Cari potensinya dulu, dan tentu juga potensi diri anda, lalu arahkan blog mau kemana :)

  3. kutipan terakhir yang membuat saya berfikir ulang dan merasa harus berbenah, “pelanggan restoran kadang tidak serta merta datang karena menu makanan yang disuguhkan…etc.”
    yang jelas, terima kasih banyak atas ulasan yang gamblang dan inspiratif ini gan.
    salam kenal.

    • Ahmad Khoirul Azmi

      Halo, terima kasih kembali atas apresiasinya :)
      Salam kenal juga mas, dan sukses.

  4. wah…baru kali ini baca ulasan yang seperti ini, ulasannya sangat menarik, jadi termotivasi untuk melakukan konversi yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Thanks atas kunjungan dan komentar anda. Mohon gunakan NAMA dan bukan PRODUK; no deep-links. Mari kita berkenalan. :)