Konsistensi Struktur Web Mempengaruhi Ranking SERP

By

November 20, 2012SEO15 Comments

Struktur Web dan SEO. Sejalan dengan proses optimasi onpage SEO selama beberapa tahun pada website dan blog yang saya miliki, saya melihat satu titik terang berkaitan dengan konsistensi struktur web. Yang saya maksud dengan struktur web berkaitan dengan elemen-elemen website seperti navigasi (menu, internal linking), title tags, meta description, konten link pada sidebar, dan berbagai macam elemen yang membangun struktur web.

Begini ilustrasinya, setelah anda mempelajari SEO dan memahami bahwa membuat website/blog muncul di halaman pertama search engine adalah hal penting, anda kemudian melihat upaya penerapan strategi SEO dan melakukan uji coba adalah hal yang perlu dilakukan. Salah satu strategi yang paling awal atau terdekat berkaitan dengan onpage SEO, atau memaksimalkan struktur web dan konten agar mendapatkan perhatian search engine. Di antara optimalisasi struktur tersebut, poin-poin pentingnya adalah keyword, anchor text, dan navigasi/internal linking. Sebagai prakteknya, anda kemudian melakukan berbagai macam uji coba dengan cara, misalnya: mengubah-ubah, menambah, atau mengurangi susunan judul web/blog, mengubah-ubah meta description untuk memaksimalkan keyword, mengubah-ubah susunan menu/navigasi, mengubah-ubah internal linking di dalam posting, memindahkan navigasi, dan seterusnya dengan tujuan untuk melihat apa saja yang bisa meningkatkan dan menurunkan ranking.

Nah, setelah beberapa lama saya melakukan proses yang sama, saya mulai menemukan suatu pola tetap pada hasil pencarian search engine. Pola itu terjadi pada website atau blog yang sering saya ubah-ubah strukturnya, yaitu penurunan ranking dari hari ke hari. Kadang beberapa web/blog bisa dikembalikan rankingnya dengan memperbaiki kembali struktur tersebut (mengurangi permainan keyword, internal linking, menyusun kembali struktur menu seperti sebelumnya, dll), namun beberapa yang lainnya tidak bisa dikembalikan lagi.

Hal ini masuk akal jika dilihat dari perspektif Google: karena saking seringnya perubahan terjadi pada struktur web/blog, sangatlah sulit bagi Google untuk bisa “memahami” apa sebenarnya isi website/blog itu. Google kehilangan patokan pasti atas konten website demikian karena update indeks pada halaman-halaman yang sudah ada terlalu sering terjadi. Jika Google telah menangkap sinyal demikian, maka Google menganggapnya sebagai upaya untuk memanipulasi hasil pencarian.

Tentunya, update indeks pada konten lama dan struktur ini berbeda dengan update indeks pada konten baru atau penambahan halaman baru. Jadi jangan dirancukan. Update konten jelas merupakan hal penting dan kebutuhan bagi setiap website dan blog; dan user (serta Google) sangat menyukainya. Tapi jika berkaitan dengan struktur website/blog, tampaknya Google lebih menyukai website/blog yang memiliki struktur konsisten dan tidak berubah-ubah.

Itulah mengapa setahun terakhir ini saya selalu memperhatikan betul hal-hal yang membangun struktur web. Saya tidak akan melakukan perubahan kecuali memang benar-benar dibutuhkan, misalnya, menambahkan link baru pada menu karena adanya kategori baru. Hindari hal-hal yang kurang krusial dan hanya bertujuan untuk search engine saja. Contohnya, hindari mengubah-ubah judul halaman (title tags) secara terus-menerus. Jika perlu, lakukan analisis keyword dengan intensif agar judul yang didapat benar-benar tepat dan tidak perlu diubah-ubah lagi.

Kunci dan poinnya terletak pada keyword: Konsistensi. Hal ini membuktikan bahwa, seperti yang pernah saya bahas dulu, konsistensi dalam SEO benar-benar penting.

ads
Loading Facebook Comments ...
15 Responses to “Konsistensi Struktur Web Mempengaruhi Ranking SERP”
  1. saya jg sering rubah2 css template, site link pd hilang semua…hauahuahuahuha
    peduli ah, yg penting nge POST :D

  2. kalo CSS menurut saya tidak ngaruh ke struktur langsung bang koben, karena sebagian besar CSS memang hanya digunakan dan dibaca oleh browser. Tahunya search engine adalah struktur dasarnya atau hasil generating dari engine yang dipakai, dan bukan lain adalah HTML-nya, jadi yang penting struktur HTML nya tepat aja :) . Kalo masalah desain murninya mah memang harus mengalami perubahan terus, biar yang punya and baca gak bosen :)

  3. Bagai mana kalau Meta tag nya mempergunakan plugin mas ?

    • Meta tags mau dibikin secara manual atau otomatis dengan plugin menurut saya tidak masalah, asalkan konsisten dan tidak diubah-ubah terus menerus. Setelah menemukan yang tepat, setialah pada itu. Kecuali jika niche blognya berganti-ganti, mending ga usah pake meta tags aja, karena meta tags tidak akan berfungsi dengan baik dan memberi pengaruh signifikan, sebab tidak ada konten yang konsisten.

  4. Tetapi bagaimana mas dengan artikel lama yang memang perlu dilakukan perubahan pada content nya, misalnya update tutorial. Apakah sebaiknya membuat artikel baru saja?

    • Kalo updatenya memang penting ga masalah. Karena sifatnya emang penambahan atau perubahan konten. Sedangkan yang dimaksud di atas adalah perubahan konten karena navigasi/internal link, anchor text, atau title nya diubah-ubah.

  5. hmmm … bener2 deh .. aku gak tau apa2 tentang beginian. thanks for info :)

  6. wah,ternyata ribet juga ya..google memang penuh dgn mistery
    tapi saya sih tidak begitu merisaukanya soalnya nge blog just 4 fun :D
    thanks ya infonya…

  7. Efran

    Betul banget tuh bang. Ane dulu pernah ngubah keyword, klo nggak salah mengganti 2 atau 3 kata, hasilnya sitelink langsung hilang. Berarti Google memang “alergi” dengan hal-hal baru semacam itu pada web/blog.

    Thanks atas Xperimennya, sangat bermanfaat

    • Thanks. Yup bener sekali. Saya juga beberapa kali mengalami perubahan-perubahan pada sitelink setelah melakukan eksperimen-eksperimen itu.

  8. Dari penjelasan, kami menyimpulkan bahwa google menginginkan struktur yang baik pada bangun web. Nah, kalau perubahan terus dilakukan untuk memperbaiki struktur web agar semakin baik, pengaruh SERP postif atau negatif?

    • Tergantung dari bagaimana struktur tersebut diperbaiki. Apabila yang dimaksud adalah memperbaiki struktur agar mudah di-crawl Google dan diakses oleh user (user experience), maka akan berefek baik. Tapi bukan berarti mengubah secara terus menerus. Setelah mendapatkan satu struktur yang baik, maka cukup berhenti disitu saja.

  9. cukup masuk akal dan bisa diterima karena memang struktur yang ada dalam suatu web/blog akan (selalu) menjadi patokan bagaimana kategori web/blog tersebut dan yang terpenting memang konsistensi :)

  10. waduh… sayangnya saya telat baca Web ini,, saya uda ganti template ada 10 x sebulan ini, cuma mau ngetest maca template yang cocok… harus dipikir nih gmana caranya supaya rank gak anjlok kayak blog sy yg lain.. mkasih mas infonya…

Leave a Reply

Thanks atas kunjungan dan komentar anda. Mohon gunakan NAMA dan bukan PRODUK; no deep-links. Mari kita berkenalan. :)